Logo HMI

HMI KOMISARIAT TARBIYAH

UIN RADEN INTAN LAMPUNG

PERIODE 2025-2026
opini

Dari Kuantitas ke Kualitas: refleksi perkaderan HMI Cabang Bandar Lampung

hmikomtaruinril, Marcho Fernando, 02 March 2026 —

Sebagai organisasi kader dan organisasi perjuangan, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) memiliki tanggung jawab historis dalam melahirkan kader-kader umat dan bangsa yang berkualitas. Sistem perkaderan menjadi jantung dari keberlangsungan organisasi, karena melalui proses inilah nilai-nilai keislaman, dan keindonesiaan ditanamkan kepada setiap kader. Oleh karena itu, setiap tahapan dalam sistem perkaderan, termasuk proses open recruitment, seharusnya dipahami sebagai bagian strategis dalam membangun fondasi kaderisasi yang kuat.

Berdasarkan refleksi dan pemikiran yang saya dapatkan setelah mengikuti Training Senior Course di HMI Cabang Garut, saya memandang bahwa proses open recruitment di HMI Cabang Bandar Lampung perlu mendapatkan perhatian yang lebih serius. Open recruitment tidak semestinya hanya dimaknai sebagai proses administratif untuk menjaring sebanyak mungkin mahasiswa agar dapat mengikuti jenjang perkaderan formal (basic training lk 1), tetapi harus dipahami sebagai tahap awal dalam proses ideologisasi dan seleksi kader. Jika proses ini hanya berorientasi pada kuantitas, maka yang berpotensi terjadi adalah lahirnya kader-kader yang hadir secara struktural tetapi tidak memiliki kesadaran ideologis terhadap nilai-nilai perjuangan HMI yang mungkin kedepannya berdampak pada keaktifan kader itu sendiri.

Dalam perspektif kaderisasi, open recruitment seharusnya menjadi ruang pertama untuk memperkenalkan secara utuh identitas HMI sebagai organisasi kader, organisasi perjuangan. Calon kader perlu diperkenalkan pada sejarah perjuangan HMI kemudian pasca lk 1 di perdalam nilai-nilai dasar perjuangan, serta peran strategis HMI dalam dinamika umat dan bangsa terutama dalam dunia yang memiliki kemajuan teknologi seperti sekarang. Dengan demikian, mereka yang memutuskan untuk bergabung bukan sekadar karena dorongan aktivitas organisasi, tetapi karena adanya kesadaran ideologis dan komitmen terhadap perjuangan HMI.

Selain itu, proses open recruitment juga perlu dibangun dengan pendekatan yang lebih sistematis dan terarah. Setiap komisariat dan perangkat kaderisasi di tingkat cabang seharusnya memiliki konsep yang jelas terkait pola penjaringan, pendekatan kepada mahasiswa baru, hingga proses pembinaan awal sebelum mengikuti jenjang perkaderan formal. Hal ini penting agar kader yang masuk ke dalam proses perkaderan benar-benar merupakan kader potensial yang siap ditempa secara intelektual dan ideologis.

Dengan demikian, penguatan konsep dan praktik open recruitment menjadi hal yang sangat penting dalam upaya memperbaiki kualitas kaderisasi di HMI Cabang Bandar Lampung. Refleksi ini bukan dimaksudkan sebagai bentuk kritik yang destruktif, tetapi sebagai upaya konstruktif dalam melihat kembali bagaimana proses kaderisasi dijalankan agar tetap sejalan dengan cita-cita besar HMI dalam melahirkan kader umat dan kader bangsa. Sebab pada akhirnya, kualitas organisasi di masa depan sangat ditentukan oleh bagaimana proses kaderisasi dijalankan hari ini.
KEMBALI KE LIST BERITA